Kurasakan syairmu abadi..
Jejak Kesolehan yang kau tinggalkan untuk kami
Tentang cerita sebuah integritas keimanan
Suatu ketika semangatmu bangunkan tidur kami
Rahmat Abdullah…
Syairmu Abadi…Iringi perjuangan dalam kesatuan hati
Rahmat Abdullah…
Jejakmu Abadi…menjadi cermin sejati anak – anakmu disini
Rahmat Abdullah…
Syairmu Abadi…Iringi perjuangan dalam kesatuan hati
Rahmat Abdullah…
Jejakmu Abadi…menjadi cermin sejati anak – anakmu disini
Rahmat Abdullah…
Syairmu Abadi…Iringi perjuangan dalam kesatuan hati
Rahmat Abdullah…
Jejakmu Abadi…menjadi cermin sejati anak – anakmu disini
Catatan Pinggir : Lagu ini adalah sebuah tribute untuk mengenang seorang guru tarbiyah yang luar biasa, dan satu dari sekian banyak pesan yang Almarhum berikan ke kami adalah "Jangan Kerjakan PR Dakwah dari Orang Lain, Fokuslah Pada PR Dakwah kita sendiri"
Selengkapnya...
Kamis, 30 Juni 2011
Rahmat Abdullah...
Rabu, 29 Juni 2011
Rahmatan Lil 'Alamin...
Assalammualaikum
Ketika hasratku kian merangkum
Cerita tentang keteguhan nurani
Dan alunan peruntuh keangkuhan hati
Sudut sanubari yang menari bersama prasasti sejati
Orientasi dari makna kebenaran hakiki
Keindahan dari intisari hak asasi
Perdamaian dari lubuk toleransi yang Islami
Begitulah Umar melindungi kaum minoritas
Iringin sejarah tulang bagi sang Yahudi
Dan baju besi Ali Bin Abu Thalib yang menjadi kunci hidayah sang panglima yahudi
Menari dari alunan keadilan sejahtera
Islam dan materai sejarah panjang dari ujung kasih sayang para syuhada
Menelusuri kalbu tawadhu Imam Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hambali dan lainnya
Akal dan budi pekerti
Disitulah keikhlasan kian membuat hati mengerti
Pusaran harapan berawal dari keteladanan diri
Jam’andi (GARIS DEPAN) :
Di sini MIC-ku telah menyala
Dan kumulai dengan Bismillah…
Agar hati dan lidahku insya Allah akan istiqomah
Dan disaat intonasi dakwahku bersatu dengan sebuah irama
Sebuah media hiphop yang tak patut kita puja
Karena Allah Subhana wa ta’ala yang wajib kita sembah
Dan Rasulullah tercinta satu tauladan kita
Idola dan panutan hidup agar selamat di dunia
Cerita para nabi, dan sejarah para Khalifah
Yang mebuat karakteristik begitu indah dan mulia
Bersahaja penuh cinta
Sami’na wa tona
Semoga Allah memberi hidayah kepada kita semua
Sedikit bermuhasabah
Dan mari coba ingatlah
Seberapa banyak karunia Allah yang diberikan kepada kita
Sejak lahir di dunia, Sejak berpijak di dunia
Hingga kita semua disini telah menutup mata…
Chorus : Tawheed Singing…
Gara :
Ketika islam turun di muka dunia
Disitulah manusia mendapatkan satu karunia
Airmata yang bersinar terang
elok bagai suatu hikmah yang kuterima
Tetes mata air dari samudera Islami…
Mengalir dalam darah setiap muslim yang sejati
Maka junjunglah Nabi besar Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam
Dengan begitu kau akan mengerti arti Islam secara mendalam
Tahukah kau bahwa Islam adalah kecemerlangan pikiran
Dalam ajaran yang mencangkup semua aspek kehidupan…
Ikutilah apa yang telah diajarkan…
Karena islam adalah suatu kebenaran…
Inilah sebuah kesejukan yang tak’kan pernah kau dapatkan…
Sebelum kau pahami…
Bahwa Islam adalah rahmat untuk seluruh Alam Semesta…
Rifky Ramdhoni (NOGE) :
Kala hedonisme dan materialisme mencengkram
Kala terputusnya ajaran dari para utusan
Kabarkan kabar gembira..
System baru telah datang menggusur system purba
Kesetaraan yang pasti diidam
dimana semua sama dihadapan Sang Penyayang
tiada peduli putihkah atau legam
ukuran dengan amalan tanpa ada perantaraan
Terobosan peruntuhan perbudakan
jauh sebelum deklarasi di negeri paman Sam
perempuan ditempatkan mulia tak lagi jadi samjuman
kabarkan pada seluruh jagat raya alam
Al Islam damai dan keselamatan telah datang
Siapa bisa bantah cinta adalah kebutuhan?
Yudhi :
Tangis dan airmata takkan berhenti
Menikmati karuniamu Wahai Ilahi…
Tangan hamba bukan kuasa lagi untuk berdoa
Telah hina dan hitam tutup noda keduanya
Rahmat semesta alam…
Syukurku terasa hingga terdalam hatiku
yang mungil tak juga kelam
syukur atas nikmat yang tak terhingga
agama yang bukan hanya identitasku belakan
apa yang kau ingkari hey penghamba dunia…?
Penuh kedamaian dan kasih sayang Islam mengajarkannya
Seluruh amarah terbasuh hidayah dan luluh karenanya
Surga sejati memang kami inginkan
Namun setiap nyawa adalah milikNya
Haram darah seorang hamba terhadap hamba yang lainnya
Ketulusan niat adalah dibalik misteri tingkatan surga…
Okenk (SYIFA ARDHI) :
Allah mengutus Nabi dan Rasul kepada umat tertentu
Sesuai dengan situasi dan kondisi pada saat itu
Menyebarkan ajaran tawheed bertuhan satu
La illah Ha ilallah tiada sekutu
Berbeda dengan Nabi Muhammad
Yang diutus Allah untuk seluruh umat
Yang ada dizamannya ataupun sesudahnya…
Nabi dan Rasul penutup yang tidak ada lagi sepeninggal dirinya
Penyempurna…dari segala risalah yang dibawa
Rasulullah adalah rahmat
Nikmat yang diberikan Allah kepada hambaNya…
Subhanallah..
Nikmat yang paling indah ketika kita mendapatkan hidayah
Kenikmatan yang hakiki..menjadi muslim sejati!
Chorus : Tawheed Singing…
Ali Utrujjah :
Tenang dan bergelora seketika penuh inspirasi
Kharisma penuh dengan aroma nafas para nabi
Aku lafadzkan…
Meredam kebodohan dengan hikmah jelajah diri…
Pasti bumi bersujud bersama rintihan harap semut
Agar angin tak lagi ribut saat islam kau sebut…
Realisasi syahadat dan kesejukan sholat…
Bersama kedamaian zakat harumi selimut Ramadhan
Jihad di ujung tinta menanti menjadi darah
Pedang di lidah menunggu menjadi baja
Bersimpuh bersama taqwa…
Waktu terus berlalu…
Lalu Lupakan Kejahatanmu!!
Thufail Al Ghifari: Hey Yo Thufail Al Ghifari, Syifa, NOGE, Garis Depan & Barat Hijau Indonesia perkuat ukhuwah dan tetap istiqomah!
Ali Utrujjah : Kita bukanlah daun daun yang berserakan, kita adalah irama irama yang bersahutan..Wassalamualaikum..
Selengkapnya...
Senin, 30 Mei 2011
Surat Dari Garis Depan Perlawanan
Waktu tidak akan tunduk kecuali pada ia yang menantangnya
Telah sirna haus dahaga
Telah basah kerongkongan
Telah ditetapkan pahala sejati untuk mereka yang selalu terjaga
Di Jalan para pujangga peradaban nan mulia
Jalan para ksatria yang jabarkan ketegaran dengan semangat yang tak pernah lelah
Penerus warisan sejarah Robbani
Penjaga mutiara dari cinderamata para pahlawan
Pahlawan yang bertahan ketika nafsu terus berontak dan Setan terus menggoda
Bersama dunia yang terus berhias dalam belantara hawa
Yang sering juga membungkam sudut fitrah umat manusia
Kisah ini tentang kita kawan
Kita yang tegar dalam ujian peradaban
Kita yang selalu belajar bersama waktu yang terus berjalan
Kita yang merangkai kisah perjuangan kejayaan Islam yang tak boleh tenggelam
Hingga fajar keabadian menjelang
Maka jangan biarkan dirimu dibungkam
Menuju jalan–jalan kelam yang akan tumpulkan Azzam-mu
Dengarkanlah saudaraku
Suara–suara nurani yang tak dapat kau dustakan
Suara–suara peluru yang bisikkan kerinduan para Mujahid
Irama peluru–peluru dari syahdunya panggilan Syahid
Menebar sayap perubahan dari warisan ketenangan jiwa
Yang sebenarnya
Dengarkanlah Saudaraku
Islam memanggil jiwamu
Islam memanggil jiwamu tuk kembali
Kepada bingkai garis kemuliaan para Syuhada
Kembali pada generasi Qur’ani yang istimewa
Yang wataknya tak dapat dipisahkan dari Al Qur’anul Karim
Yang cerminnya bertumbuh bersama originalitas kekasih Alloh teralim (Muhammad SAW)
Ya Alloh teguhkanlah hambaMu
Ya Alloh lindungilah hambaMu
Inilah jalanku
Perhatikanlah ummat ini
Berevolusi bersama para Murjiah dan topeng fiqud da’wah
Di ukir dari ijtihad para mutadzilah
Di leher para khawarij harokah
Ketika voting telah sugesti intisari islam
Diantara ta’limat dan arogansi shiffin para qiyadah
Tafsir dari garis tipis antara taklid dan “sami’na wa ‘atona”
(kami dengar dan kami taat)
Dan hari ini ada ratusan opportunis berlabel Ustadz
Setelah itu saling menganggap sesat
Lalu rumuskan bendera harokah diantara sekat pekat
Kesepakatan yang tak kunjung melekat
Lalu begitu mudah lupakan makna persaudaraan dari ultimatum dua kalimat Syahadat
Berapa banyak hal yang bisa kita sepakati?
Berapa banyak jidal dan penyakit hati?
Para maniak eksistensi yang berjibaku dalam bualan
Kader inti atau kader sempalan
Pengkhianat asholah perjuangan
Maka teguhkanlah
Energi kebangkitan Islam harus kembali dikokohkan
Rangkailah nafasmu dengan debu keIstiqomahan
Yang bahan bakarnya kau dapati di setiap makanan Yaumiyah
Imunisasi As Sunnah
penjaga isyarat Syariat Sang Khalik yang takkan punah
Generasi jembatan harokah
Mikroba Jihad penerus butiran dakwah
Para pemilik hak waris Salsabilah
Penyelaras energi Ukhuwah
Yang dikokohkan dari tancapan Ma’rifatulloh dan syair Al Musthofa
Yang menembus sejarah peradaban yang dipenuhi kemuliaan Syurga
Hey jiwa–jiwa yang lelah
Budak dari dahaga hatimu yang kering kerontang terbodohi dunia
Bergeraklah dengan ketenangan hati
Seperti lebah yang tegas dan kokoh dalam jamaah yang Islami
Yang tanggung jawabnya menyeruak keseluruh lapisan umatnya
Yang mampu belajar dan mengajar
Butir–butir kaderisasi yang hanya memakan yang baik dan mengeluarkan yang baik
Ya Alloh teguhkanlah hambaMu
Ya Alloh lindungilah hambaMu
Inilah jalanku
Saudaraku...lihatlah...
bencana demi bencana datang silih berganti
Poraklah lagi negeri ini
Hilang sudah selera orang-orang untuk mengharap kembali
Sementara jiwa-jiwa nelangsa itu sudah sedari lama menanti-nanti
Berbaris memanggil manggil
Keluarlah–keluarlah saudaraku
Dari kenyamanan mihrabmu Dari kekhusyuan I’tikafmu
Dari keakraban sahabat–sahabatmu
Keluarlah-keluarlah saudaraku
Dari keheningan Masjid mu
Bawalah roh–roh sajadahmu ke jalan–jalan
Ke pasar–pasar ke majelis dewan yang terhormat
Ke kantor–kantor pemerintahan dan pusat–pusat pengambilan keputusan
Keluarlah–keluarlah saudaraku
Dari nikmat kesendirianmu
Satukanlah hati–hati yang berserakan ini
Kumpulkan kembali tenaga–tenaga yang tersisa
Pimpinlah dengan cahayamu kafilah nurani yang terlatih
Di tengah badai gurun kehidupan
Keluarlah–keluarlah saudaraku
Berdirilah tegak diujung jalan itu
Sebentar lagi sejarah akan lewat
Mencari aktor baru untuk drama kejayaan ini
untuk sebuah kehidupan yang abadi…
Usah kau bersedih
Jangan kau lelah dan putus asa
Kita bergerak karena Alloh dan RosulNya
Kita berjuang juga karena Alloh dan RosulNya
Onak duri dan lubang–lubang menghampar
Jangan biarkan kisahmu terdampar
Jangan biarkan langkahmu menjadi gentar
Tidakkah kau lihat buih–buih di atas lautan
Atau bintang–bintang dilangit yang tak terbilang
Namun tidak ada yang mampu menyingkap kegelapan
Selain matahari dan rembulan
Begitulah mutiara selalu menjadi mutiara
Walau berada di antara hipokritas yang coba bungkam nurani
Di saksikan sunyi disemangatkan kesedihan
Lalu di hibur dalam janji Sang pemilik waktu dan bumi
Ingatlah !
Takkan bersatu debu dari Jihad Fii Sabilillah dengan Asap Neraka Jahannam.
Syair : Thufail Al Ghifari
Aransemen : RZA - Wu Tang Clan
Musik : RZA - Wu tang Clan
Album : Jurnal Untuk Para Singa Tauhid 2011
Selengkapnya...